Senin, 26 Desember 2011

Dibalik Kekurangan.....

Didalam kehidupan ini,banyak orang , yang menyepelekan seseorang karena kekurangannya, entah itu karena orang itu menderita Cacat Mental, Cacat Fisik dll. Sungguh disayangkan jika kita menutup mata dan menyepelekan mereka yang serba kekurangan.

Seorang client saya adalah seorang penderita Cacat tubuh, menderita gagu, untuk bicara aja sedikit susah dan kurang difahami , Sebut saja namanya Dina, mungkin kebanyakan orang akan risi ato sedikit menertawakannya, tapi saya sangat salut dan mengacungi jempol buat Dina, salut karena semangat nya, salut karena kejeniusannya, yang saya dengar dari teman2 kuliahnya, Dina selalu mendapat nilai A+ disetiap mata kuliah yang di ambil. Dimana orang lain tidak mengerti dan susah mengerti akan mata kuliah yang diberikan oleh dosennya, maka Dina dengan cepat dapat memahaminya, dan dapat menerangkan kembali dengan benar. wah saya sangat salut dan malu sama Dina, yang membuat saya lebih menghormatinya lagi, Dina juga selalu menulis makalah yang lagi2 dijadikan contoh untuk teman2 kuliah nya, dan mendapatkan bea siswa, dan biaya yang lainnya dari pihak tempat dia kuliah, Hebat dan mantap .
Suatu hari saya sempat mengobrol bersama salah satu saudaranya, karena saudaranya minta tolong memperbaiki Laptop yang kena virus, sambil ngobrol saudaranya itu , menceritakan bagaimana semangat nya yang tinggi dalam berbagai hal2 yang positif, dan saudaranya itu sering membantu untuk menuliskan Makalah yang sedang disusun oleh Dina. hmmm...saya kembali mangacungi jempol buat Dina.
Saya merenungi apa yang saya lihat diberita yang ada di TV, dimana orang tua atau lingkungan, sering mentelantarkan seseorang yang seperti Dina, mereka juga adalah manusia yang mempunyai hak untuk mendapatakan pendidikan dan lindungan !. Apa karena kekurangan yang di deritanya haknya sebagai manusia diperkosa ?. Menurut saya, mereka juga tidak mau terlahir seperti itu? tapi karena sudah takdir, maka mereka pun dengan segala keikhlasannya lahir seperti itu.
Jangan pernah membedakan yang mempunyai cacat, karena mereka juga manusia dan tidak membuat kehancuran bagi umat manusia !!, mereka juga sama, membutuhkan kasih sayang dan perlindungan, karena itu semua adalah hak nya. Hanya orang yang sombong dan angkuh , yang mengucilkan mereka orang2 yg seperti Dina. orang2 yang seperti Dina adalah orang2 yang benar2 membutuhkan haknya yang sama dengan kita, karena mereka lebih relijius dan lebih teliti dari kita.
Saya menulis ini berdasarkan apa yang saya lihat sehari-hari ditempat saya bekerja. Majulah Dina, Buktikan bahwa kamu bisa mengharumkan nama orang tua mu, Negara mu dan Agama mu ... God Always Behind You ....



Sabtu, 24 Desember 2011

Seorang Bocah Disidangkan, Dituduh Mencuri Sendal

Liputan6.com, Palu: Pencurian sandal bukan perkara kecil yang bisa selesai dengan cara kekeluargaan. Karena seorang anak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, diseret ke Pengadilan Negeri Palu karena dituduh mencuri sandal senilai Rp 30 ribu milik Brigadir Satu Ahmad Husni Harahap, anggota polisi. Aal terancam hukuman lima tahun penjara.

Saat di pengadilan, sang bocah mengaku menemukan sandal di jalanan jauh dari kediaman Ahmad Husni. Karena tak mengaku mencuri, Aal dipukuli. Penganiayaan ini kemudian ia laporkan ke provos. Aal menduga pelaporan itu membuat sang polisi bertambah dendam padanya dan melaporkan kasus ini ke polisi sebagai pencurian.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Sulteng Sofyan Farid Lembah menyesalkan hal ini. Ia mengaku telah berulangkali meminta polisi dan jaksa tak melanjutkan kasus ini. Sofyan menilai penanganan kasus ini tak bertujuan membuat efek jera, tapi menimbulkan stigma residivis pada terdakwa.

Kasus pencurian sendal ini terjadi November 2010 saat terdakwa masih pelajar kelas 3 SMP. Setelah lebih satu tahun barulah kasus yang terbilang unik ini disidangkan di Pengadilan Negeri Palu.(AIS).

Wah, klo membaca berita ini sungguh memprihatinkan, dimana marak nya pencurian besar²an terhadap negara, yang melibatkan para pencuri elit, ada seorang anak kecil yang dituduh mencuri sendal yang cuman seharga 30.000 rupiah dan di adili, memang dari segi hukum, bocah itu memang bersalah, tetapi kenapa seorang pencuri kecil diadili tapi para pencuri elit tidak diadili, apakah karena bocah itu tidak ngasih pemasukan ??? sungguh sangat disayangkan, hukum memang buta, tapi sekarang hukum tidak lagi buta....

Komunitas Punk Dilarang di Aceh

Liputan6.com, Banda Aceh: Komunitas anak "punk" ditolak keberadaanya di Banda Aceh karena dianggap meresahkan masyarakat dan dikhawatirkan mempengaruhi generasi muda di daerah itu. "Di Aceh tidak boleh ada komunitas anak punk, apalagi masyarakat Kota Banda Aceh berkomitmen menjalankan hukum syariat Islam," kata Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa`aduddin Djamal, Rabu (14/12).

Illiza mengaku prihatin menyaksikan puluhan anak punk dari Kota Banda Aceh yang terjaring razia penertiban yang dilakukan tim gabungan dari Polresta dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Sebanyak 65 anak punk yang ditangkap dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Tamiang, Takengon, Sumatera Utara, Lampung, Palembang, Jambi, Batam, Riau, Sumatra Barat, Jakarta, dan Jawa Barat saat menggelar konser.

Seluruh anak punk selanjutnya diamankan di Mapolresta dan diberikan pembinaan mental dan rohani di Sekolah Polisi Negara Seulawah selama 10 hari. Di dampingi pengurus Komite Pengutan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Wirzaini Usman, ia mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memberikan pembinaan agar mereka kembali hidup normal.

Menurutnya, untuk mengantisipasi pengaruh berbagai aliran sesat dan perilaku yang menyimpamg dari ajaran Islam, Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah membentuk KPA-PAI. "Pengurus dan anggota KPA-PAI itu terdiri atas komponen masyarakat, keberadaan lembaga juga untuk mengantisipasi dan membina warga yang telanjur dipengaruhi berbagai aliran menyesatkan serta perilaku menyimpang," katanya.(ANT/JUM)

Setelah melihat berita ini..Saya hanya dapat mengelus dada.. ternyata banyak sekali masyarakat indonesia yang langsung mencap negatif kepada salah satu komunitas... mungkin karena dari segi pakaian...kita kembalikan kepada orang2 yang telah lama malang melintang di dunia Punk khusus nya dan Underground umum nya, untuk mengadakan suatu penyuluhan kepada Punk generasi baru yang notabene sebagai penerus, dengan meberikan penyuluhan tentang arti sebenarnya dari Punk, memberikan hal² Positif guna untuk memperlihatkan kepada orang² yang selalu mencibir keberadaan Punk, dianggap meresahkan lah yang kenyataan nya dilakukan oleh Oknum²...Apa kesalahan Punk sampai begitu dilarang ? apakah lebih baik jika kita semua cepat tanggap dengan selalu mengadakan tukar fikiran agar kita bisa saling interopeksi diri... menurut ku Punk juga adalah warga negara yang mempunyai Hak untuk menentukan pilihan, selama kita bisa memberikan pengertian yang sebenarnya kita bisa saling mengerti dan memahami.....
Gondrong, Mohawk, Piercing dan lain² oleh masyarakat selalu dianggap sebagai sampah !!!! tetapi secara tidak sadar mereka juga telah mengadopsi apa yang para Undergrounder pakai....baik itu pakaian maupun yang lainnya. Secara tidak sadar pun masyarakat mengikuti Public figure yang mencontek dan mengkalim Undorgrounder style sebagai style nya.. Apa kah itu munafik ?
ada pepatah bilang yang berbunyi begini " Sebelum mencubit orang cubit lah dulu diri sendiri, sebelum memperbaiki anak orang, perbaikilah dulu anak sendiri ". semoga yang baca tulisan saya yang tidak berpendidikan ini bisa mengerti. Hidup ada Pro dan Kontra :D But Life Must Go On !!!
For all Brother and Sister of Punker's, Never Breaking For U're Hope \M/

Senin, 19 Desember 2011

Sungguh ....Arogansi dan Pelanggaran

" TEMPO.CO, Banda Aceh - Anak-anak punk dilarang berkreasi di Aceh. Mereka ditangkap dan dibina kepolisian daerah. Pemerintah Daerah Kota Banda Aceh dan polisi menilai keberadaan mereka meresahkan masyarakat.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan anak-anak punk yang berada di Banda Aceh sudah meresahkan masyarakat. “Ada banyak keluhan masyarakat terhadap keberadaan komunitas mereka, yang juga terlibat narkoba dan minuman keras,” ujarnya kepada Tempo, Kamis, 15 Desember 2011.

Menurutnya, hal itu terbukti pada saat punker mengadakan konser di Taman Budaya, Banda Aceh, akhir pekan lalu. Mereka mengatasnamakan organisasi lain mengelabui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk mendapatkan izin konser. Mereka juga melakukan pemalsuan surat.

Saat konser diadakan, pihak polisi melakukan razia kemudian menangkap mereka bersama beberapa barang bukti, narkoba, dan minuman keras. “Tindakan mereka sangat bertentangan dengan aturan syariat Islam di Aceh,” ujarnya.

Dalam razia tersebut, polisi menangkap 65 anak punk kemudian ditahan dan dikirim ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Seulawah, Aceh Besar, untuk dibina selama 10 hari, dari 13–23 Desember 2011. “Pembinaan mereka dan kebutuhan selama pembinaan ditanggung Pemerintah Kota Banda Aceh,” ujar Illiza.

Ia mengaku prihatin menyaksikan puluhan anak punk dari Kota Banda Aceh yang terjaring dalam razia penertiban oleh tim gabungan dari Kepolisian Resor Kota dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Menurutnya, kehidupan yang mereka jalani saat ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. “Jika kita biarkan, perilaku mereka akan mempengaruhi generasi muda Aceh lainnya,” katanya.

Pembinaan adalah upaya menyelamatkan anak-anak bangsa. Semua masyarakat harus mendukung upaya tersebut. “Ini untuk kebaikan mereka sendiri, tidak akan melanggar hukum.”

Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Inspektur Jenderal (Irjen) Iskandar Hasan, mengatakan keberadaan anak-anak punk di Aceh telah meresahkan masyarakat. Mereka ditangkap karena dinilai telah menyimpang dari moral-moral yang dianut masyarakat Aceh yang kental nuansa keagamaan. “Kita ingin mengembalikan mental mereka, kita bina di SPN Seulawah,” kata Iskandar.

Di Sekolah Polisi itu, semua anak-anak punk digunduli rambutnya dan ditempa mental. “Ini untuk kepentingan mereka dan tidak melanggar HAM,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Direktur LBH Banda Aceh Hospi Novizal Sabri mengatakan akan mendampingi anak punk yang ditangkap polisi. Menurutnya, LBH sejauh ini belum mendapat laporan maupun pengaduan dari komunitas punk di Aceh. “Kami tidak setuju dengan penangkapan itu,” katanya.

Alasan ketidaksetujuan LBH didasarkan pada penilaian kesalahan apa sebenarnya yang dilakukan oleh anak-anak punk itu. “Kalau buat acara tak ada izin, acara dibubarkan, bukan ditangkap. Kalau ada narkoba dalam acara itu, yang ditangkap person, bukan secara komunal,” ujar Hospi.

LBH akan mempertanyakan sikap kepolisian melakukan penangkapan dan pembinaan terhadap anak-anak punk di Aceh. “Kita baru akan melakukan koordinasi dengan polisi terkait hal tersebut,” ujarnya.

menanggapi berita diatas, saya walau bukan anak Punk, tetapi saya ngerasa sangat prihatin mendengar dan menyaksikan nya, mestinya dari pihak yang berwenang dan pihak-pihak yang lain bekerjasama dalam hal ini, untuk memberikan penyuluhan kepada generasi2 punk yang baru agar tidak salah dalam penerapan dan pemahamannya.
menanggapi acara yg tidak mengantongi ijin dari pihak berwenang, ya memang itu melanggar dan pihak kepolisian juga berhak untuk membubarkan acara itu, tetapi tidak menangkap dan menggunduli, dan menghukum, mestinya aparat memanggil hanya panitia acaranya saja dan meminta keterangan jangan semenamena langsung menangkap yang lain yang tidak tahu menahu, mungkin itu sikap arogan, apakah sikap arogansi ini akan menjadi budaya di Negara ini ? .
Untuk para Punker yang sudah lama malang melintang di dunia Punk khususnya dan Underground Umumnya, agar cepat tanggap dengan memberikan suatu penyuluhan tentang arti Punk yang sebenarnya dan style Punk, kita secara tidak sadar mengabaikan generasi penerus yang semakin hari semakin memprihatinkan dan sudah membuat citra buruk dimasyarakat. Punk ada untuk kebebasan, tetapi kebebasan itu bukan berarti bebas sebebas bebasnya tanpa aturan ! diatas kebebasan ada sebuah batas yaitu sosial, kebebasan disini adalah untuk membuat perubahan yang berarti bagi semua kalangan masyarakat, jadi seorang Punk yang intelektual yang memberikan masukan-masukan yang berarti bagi Negaranya, memberikan arti yang besar buat Tanah Airnya, Punk yang lahir karena ketidakpuasan terhadap kekisruhan sebuah sistem yang banyak merugikan rakyat kecil di Tanah airnya. Dari situlah Punk lahir.
mengenai masyarakat yang merasa resah akan keberadaan Punk, mesti nya masyarakat ikut proaktif dalam hal ini, dan dari para Punker juga harus memberikan kesan yang baik kepada masyarakat , agar tidak mendapatkan kesan yang buruk dimata masyarakat. Tanpa harus menggalkan style punk sendiri.
saya pribadi tidak setuju atas sikap kepolisian yang menurut saya melanggar hak seorang warganegara untuk memilih.
sudah saatnya semua kalangan bekerjasama untuk perubahan yang lebih baik di Negeri ini, jangan ada lagi sikap arogansi yang akan merugikan berbagai pihak, Untuk para Punker jadilah seorang Punker yang Intelek, yang tetap memegang prinsip yang benar.

mungkin itu sedikit tanggapan dari saya , seorang manusia biasa yang banyak kesalahan dan banyak kekurangannya, yang menyampaikan ini sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap generasi sekarang yang memprihatinkan karena sikap arogansi sosial yang merugikan semua.
Untuk saudara - saudara ku para Punker berilah kesan positif dan jadilah seorang Punker yang Intelek ... I Pray For U All Brother :)

Sabtu, 05 November 2011

Tawuran dan Tawuran ( Dehidrasi Mental )




Jakarta:
Kawasan Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, kembali menjadi arena tawuran antarpelajar sekolah menengah kejuruan (SMK). Puluhan siswa dari dua SMK berbeda saling lempar batu dan saling serang menggunakan senjata tajam, Jumat (4/11). Masing-masing adalah pelajar dari SMK 6 Kramat Raya, Jakpus dan SMK Karya Guna, Matraman, Jakarta Timur.

Tawuran ini memacetkan arus lalu lintas. Warga setempat yang kesal terhadap tawuran, membubarkan aksi dua kelompok tersebut. Warga bahkan meringkus seorang pelajar yang terlibat tawuran. Sedangkan puluhan pelajar lain berhasil kabur.

Iwan, seorang siswa SMK yang ditangkap warga mengaku ikut tawuran sekadar membela diri. Lantaran dia diserang saat berada di bus. Apapun pengakuan sang pelajar, warga membawa Iwan ke Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat.

Tawuran di Salemba Raya juga terjadi 6 Oktober silam [baca: Dua Kubu Pelajar SMK Terlibat Tawuran]. Polisi sampai harus melepas tembakan untuk membubarkan tawuran antarpelajar ini. Meski tawuran pelajar kerap terjadi di kawasan Salemba Raya, namun sepertinya polisi kurang sigap mencegah tawuran yang terus berulang.(AIS)

Sungguh penurunan moral dan mental, akan jadi apa dimasa depan kalau generasi penerus bangsa selalu begini, kadang penindakan tegas yang dilakukan oleh aparat menjadi salah dan tidak diterima oleh para orang tua !!, kadang kala tindakan yang dilakukan oknum aparat juga ada yang over acting !!, sebaiknya pemerintah melakukan tindakan tegas dan bersikap aktif dalam masalah ini, guna untuk mempersempit kerawanan tawuran antar pelajar...


sumber : Yahoo ! News dan Liputan 6.com

Jumat, 07 Oktober 2011

Tanpa Helm, Kena Bogem POLANTAS

Sampang, Madura, Jawa Timur. Sungguh malang nasib pelajar Kelas II SMKN 2 Sampang Madura,Jawa Timur, kejadian berawal ketika hendak pergi sekolah, Nasir membonceng temannya yang bernama Hadi, dengan naik motor tanpa menggunakan helm. Lalu dua orang Polisi Lalu Lintas melihatnya dan memburu nya hingga masuk terminal Bus Sampang, kejadian ini sempat menjadi tontonan warga disekitar terminal.

Setelah berhasil mendekat, Polisi menendang motor Korban, dan menendang korban berkali - kali, akibatnya Nasir mengalami luka memar dibagian wajah, bibir pecah, alis mata bengkak, serta lutut dan sikut tangannya lecet, dan terancam tuli.
Sungguh sangat disayangkan, perlakuan oknum Polantas ini, yang mestinya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, malah menganiaya seorang pelajar sekolah, seharusnya para penjaga masyarakat ini memberikan arahan - arahan yang positif kepada masyarakat luas, apalagi pada seorang pelajar yang masih hijau dan perlu untuk diarahkan agar tidak terjerumus.
Melakukan tindakan yang over acting sungguh membuat citra yang buruk bagi para Polantas, ini disebabkan oleh sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum - oknum nya, kejadian ini mungkin yang terekspos oleh wartawan, banyak kejadian - kejadian yang tidak terekspos oleh media.
Seperti yang di beritakan oleh TribunNews.Com melalui Yahoo ! News , pihak polantas melalui Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Mariyatun mengakui, adanya peristiwa pemukulan pelajar yang dilakukan oleh oknum anggotanya itu. Namun ia tidak bersedia memberikan konfirmasi, terkait kasus ini. “Mohon maaf, silakan ke Kabag Ops Pak Danuri,” kata Mariyatun melalui saluran telepon,Sementara Kabag Ops Danuri tidak bersedia memberikan penjelasan, terkait kasus pemukulan pelajar tersebut. Beberapa kali telepon dan SMS yang disampaikan wartawan untuk meminta konfirmasi terkait pemukulan yang dilakukan anak buahnya tidak dijawab, termasuk konfirmasi langsung kepada Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa, pihak keluarga melalui Akhmad sebagai perwakilan dari keluarga korban akan memproses secara hukum kejadian ini. Kembali sikap bungkam dan saling lempar konfirmasi kembali dilakukan oleh pejabat setempat, untuk tidak mengkonfirmasi akan tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya, mungkin seharusnya lebih transparan untuk memperbaiki citra Polisi, yang akan menindak secara hukum anggotanya yang melakukan kesalahan, dan memperlihatkan kepada masyarakat luas , kalau hukum tidak akan memandang bulu, siapapun yang salah akan ditindak dengan tegas. Semoga saja dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua lapisan.
Penulis menulis ini adalah sikap peduli dan prihatin akan citra para Pengayom Masyarakat, khususnya Polantas, yang buruk di mata masyarakat, yang di kotori oleh sikap para oknum Polantas yang kadang melakukan tindakan, dan melakukan Razia- razia tidak resmi. Hukum harus ditegakan, dan memprosesnya secara adil dan bijak sana tanpa memandang siapa, dan masyarakat pun harus menyadari akan aturan yang telah ada demi ketertiban Umum.

Sumber : TribunNews.com dan Yahoo ! News

Kamis, 06 Oktober 2011

Palestina Raih Kemenangan Pertama



PARIS - Palestina telah meraih kemenangan diplomatik pertama dalam upaya memperoleh negara saat komite pelaksana UNESCO mendukung usahanya untuk menjadi anggota, tindakan yang dipandang "tak dapat dijelaskan" oleh Amerika Serikat.

Sekutu Palestina di dunia Arab tak peduli dengan tekanan diplomatik AS serta Prancis dan mengajukan mosi tersebut ke negara anggota komite tersebut, yang mensahkannya dengan 40 suara mendukung dan empat menentang, serta 14 abstein.

Upaya Palestina sekarang diajukan ke Sidang Majelis Umum badan kebudayaan PBB itu pada akhir Oktober untuk pengesahan akhir. Amerika Serikat mendesak semua delegasi agar memberi suara "tidak" di Sidang Majelis Umum, demikian laporan AFP.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan keputusan UNESCO tersebut "membingungkan" saat Dewan Keamanan PBB mempertimbangkan permintaan dari Palestina bagi keanggotaan PBB --yang ditentang oleh Amerika Serikat.

Ketika berbicara kepada wartawan selama perjalanan ke Republik Dominika, ia menjawab, "Saya mendapati sangat membingungkan dan agak tak bisa dipercaya bahwa ada organ PBB membuat keputusan mengenai negara atau status negara sementara masalah itu telah diajukan ke PBB."

Hillary berkeras "keputusan mengenai status harus dibuat di PBB dan bukan di kelompok pembantu".

Anggota parlemen dari partai Republik Kay Granger, yang memimpin subkomite yang menyalurkan uang buat tujuan diplomatik mengatakan dalam satu pernyataan ia "akan menyarankan agar semua dana dihentikan", kalau UNESCO menerima Palestina sebagai negara.

Dalam beberapa pekan Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai permintaan sebagai anggota, yang diajukan Presiden Palestina Mahmoud Abbas Ban Ki-moon pada 23 September.

Amerika Serikat memiliki hak veto di Dewan Keamanan, dan telah menyatakan akan memveto setiap upaya menjadi negara sebelum Palestina mencapai kesepakatan dengan sekutu AS, Israel, mengenai sengketa wilayah --yang telah berlangsung lama.

Tapi tak ada negara yang memilik hak veto di komite UNESCO, dan suara "tidak" Washington di Paris tak cukup untuk menghentikan mosi tersebut. Para pemimpin Palestina telah mengatakan mereka menghadapi tekanan kuat diplomatik agar meninggalkan permohonan sebagai anggota.Namun, Spanyol menyatakan negara itu tampaknya akan mendukung rekomendasi komite.

Kembali US memberikan pernyataan ketidak setujuannya atas hasil suara ini, dan menentangnya, semoga saja PBB tidak menggubris alasan US yang tidak masuk akal ini, dan selalu berusaha menentangnya.


Sumber Republika.co.id dan Yahoo ! News

 
Supported To