Sampang, Madura, Jawa Timur. Sungguh malang nasib pelajar Kelas II SMKN 2 Sampang Madura,Jawa Timur, kejadian berawal ketika hendak pergi sekolah, Nasir membonceng temannya yang bernama Hadi, dengan naik motor tanpa menggunakan helm. Lalu dua orang Polisi Lalu Lintas melihatnya dan memburu nya hingga masuk terminal Bus Sampang, kejadian ini sempat menjadi tontonan warga disekitar terminal.
Setelah berhasil mendekat, Polisi menendang motor Korban, dan menendang korban berkali - kali, akibatnya Nasir mengalami luka memar dibagian wajah, bibir pecah, alis mata bengkak, serta lutut dan sikut tangannya lecet, dan terancam tuli.
Sungguh sangat disayangkan, perlakuan oknum Polantas ini, yang mestinya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, malah menganiaya seorang pelajar sekolah, seharusnya para penjaga masyarakat ini memberikan arahan - arahan yang positif kepada masyarakat luas, apalagi pada seorang pelajar yang masih hijau dan perlu untuk diarahkan agar tidak terjerumus.
Melakukan tindakan yang over acting sungguh membuat citra yang buruk bagi para Polantas, ini disebabkan oleh sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum - oknum nya, kejadian ini mungkin yang terekspos oleh wartawan, banyak kejadian - kejadian yang tidak terekspos oleh media.
Seperti yang di beritakan oleh TribunNews.Com melalui Yahoo ! News , pihak polantas melalui Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Mariyatun mengakui, adanya peristiwa pemukulan pelajar yang dilakukan oleh oknum anggotanya itu. Namun ia tidak bersedia memberikan konfirmasi, terkait kasus ini. “Mohon maaf, silakan ke Kabag Ops Pak Danuri,” kata Mariyatun melalui saluran telepon,Sementara Kabag Ops Danuri tidak bersedia memberikan penjelasan, terkait kasus pemukulan pelajar tersebut. Beberapa kali telepon dan SMS yang disampaikan wartawan untuk meminta konfirmasi terkait pemukulan yang dilakukan anak buahnya tidak dijawab, termasuk konfirmasi langsung kepada Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa, pihak keluarga melalui Akhmad sebagai perwakilan dari keluarga korban akan memproses secara hukum kejadian ini. Kembali sikap bungkam dan saling lempar konfirmasi kembali dilakukan oleh pejabat setempat, untuk tidak mengkonfirmasi akan tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya, mungkin seharusnya lebih transparan untuk memperbaiki citra Polisi, yang akan menindak secara hukum anggotanya yang melakukan kesalahan, dan memperlihatkan kepada masyarakat luas , kalau hukum tidak akan memandang bulu, siapapun yang salah akan ditindak dengan tegas. Semoga saja dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua lapisan.
Penulis menulis ini adalah sikap peduli dan prihatin akan citra para Pengayom Masyarakat, khususnya Polantas, yang buruk di mata masyarakat, yang di kotori oleh sikap para oknum Polantas yang kadang melakukan tindakan, dan melakukan Razia- razia tidak resmi. Hukum harus ditegakan, dan memprosesnya secara adil dan bijak sana tanpa memandang siapa, dan masyarakat pun harus menyadari akan aturan yang telah ada demi ketertiban Umum.
Sumber : TribunNews.com dan Yahoo ! News
Sungguh sangat disayangkan, perlakuan oknum Polantas ini, yang mestinya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, malah menganiaya seorang pelajar sekolah, seharusnya para penjaga masyarakat ini memberikan arahan - arahan yang positif kepada masyarakat luas, apalagi pada seorang pelajar yang masih hijau dan perlu untuk diarahkan agar tidak terjerumus.
Melakukan tindakan yang over acting sungguh membuat citra yang buruk bagi para Polantas, ini disebabkan oleh sikap arogansi yang dilakukan oleh oknum - oknum nya, kejadian ini mungkin yang terekspos oleh wartawan, banyak kejadian - kejadian yang tidak terekspos oleh media.
Seperti yang di beritakan oleh TribunNews.Com melalui Yahoo ! News , pihak polantas melalui Kasat Lantas Polres Pamekasan, AKP Mariyatun mengakui, adanya peristiwa pemukulan pelajar yang dilakukan oleh oknum anggotanya itu. Namun ia tidak bersedia memberikan konfirmasi, terkait kasus ini. “Mohon maaf, silakan ke Kabag Ops Pak Danuri,” kata Mariyatun melalui saluran telepon,Sementara Kabag Ops Danuri tidak bersedia memberikan penjelasan, terkait kasus pemukulan pelajar tersebut. Beberapa kali telepon dan SMS yang disampaikan wartawan untuk meminta konfirmasi terkait pemukulan yang dilakukan anak buahnya tidak dijawab, termasuk konfirmasi langsung kepada Kapolres Sampang AKBP Agus Santosa, pihak keluarga melalui Akhmad sebagai perwakilan dari keluarga korban akan memproses secara hukum kejadian ini. Kembali sikap bungkam dan saling lempar konfirmasi kembali dilakukan oleh pejabat setempat, untuk tidak mengkonfirmasi akan tindakan yang dilakukan oleh anak buahnya, mungkin seharusnya lebih transparan untuk memperbaiki citra Polisi, yang akan menindak secara hukum anggotanya yang melakukan kesalahan, dan memperlihatkan kepada masyarakat luas , kalau hukum tidak akan memandang bulu, siapapun yang salah akan ditindak dengan tegas. Semoga saja dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua lapisan.
Penulis menulis ini adalah sikap peduli dan prihatin akan citra para Pengayom Masyarakat, khususnya Polantas, yang buruk di mata masyarakat, yang di kotori oleh sikap para oknum Polantas yang kadang melakukan tindakan, dan melakukan Razia- razia tidak resmi. Hukum harus ditegakan, dan memprosesnya secara adil dan bijak sana tanpa memandang siapa, dan masyarakat pun harus menyadari akan aturan yang telah ada demi ketertiban Umum.
Sumber : TribunNews.com dan Yahoo ! News
Grave From Divinity Cover
Born From...Cover
Rebelion.. Cover
Metamorphosis...Cover
0 komentar:
Posting Komentar