Jumat, 08 Juli 2011

Zoroaster


Zoroaster, merupakan pendiri Zoroastrianisme, sebuah agama yang berlangsung lebih 2500 Tahun dan tetap mempunyai penganut hingga kini. Dia juga seorang penulis Gathas, bagian tertua dari Avesta ( kitab suci pemeluk Zoroaster ).
Zoroaster lahir di Iran bagian Utara kira² Tahun 628 SM, sedikit sekali yang diketahui masa kecilnya. Sesudah dewasa, dia mengkhotbahkan agama baru yang disusunnya sendiri. Pada tingkat awalnya banyak pertentangan ; tetapi ketika usia nya menginjak umur 40 tahun, dia berhasil mengajak Raja Visthaspa sebagai pemeluknya, seorang penguasa sebuah daerah di Iran Utara. Sesudah itu sang raja menjadi sahabatnya dan sekaligus sebagai pelindungnya. Menurut kisah tradisioonal Iran, Zoroaster hidup hingga umur 77 tahun; kematiannya dengan begitu diperkirakan terjadi pada 551 SM.
Teologi Zoroaster merupakan campuran menarik antara monotheisme dan dualisme, menurut Zoroaster, hanya ada satu tuhan sejati yang disebutnya Ahura Mazda ( dalam sebutan Iran Modern : Ormudz ). Ahura Mazda ( Tuhan yang Bijaksana ) menganjurkan kejujuran dan kebenaran. Namun, para penganut Zoroaster juga percaya adanya roh jahat, Angra Mainyu ( dalam istilah Persia Modern : Ahriman ) yang mencerminkan kejahatan dan kepalsuan. Dalam dunia nyata, ini perlambang pertentangan abadi antara kekuatan Ahura Mazda di satu pihak dan Ahriman di pihak lain.

Meskipun pertarungan kedua belah pihak mungkin dekat pada suatu saat, penganut Zoroaster percaya bahwa dalam jangka panjang kakuatan Ahura Mazda akan keluar sebagai pemenangnya. Teologi mereka juga termasuk keyakinan penuh adanya hidup sesudah kematian.

Dalam masalah² etika, agam Zoroaster menekankan arti penting kejujuran dan kebenaran. Ascetisme ( Hidup Membiara, membujang ), Zina, ditentang keras.Penganut Zoroaster melaksanakan berbagai ritual ibadah agama yang menarik, beberapa diantaranya di pusatkan pada pemujaan api. Misalnya api suci senantiasa dibiarkan berkobar di kuil Zoroaster, namun yang paling nyata dalam ibadah mereka adalah cara melenyapkan jenazah, bukannya di kubur atau dibakar, melainkan diletakan diatas menara dibiarkan habis dimakan burung bangkai.

Meskipun Zoroastrianisme punya macam² elemen yang serupa dengan agama² Iran yang lebih lama, tak tampak tersebar luas dimasa Zoroaster. Namun, daerah tempat dia hidup berkaitan dengan kekaisaran Persia dibawah Cyrus yang Agung pada pertengahan abad ke -16 SM pada saat kematian Zoroaster sendiri. Dalam masa dua abad kemudian, agama itu diterima oleh raja² Persia dan memperoleh pengikut yang lumayan banyak. Sesudah Kekaisaran Persia ditaklukan oleh Alexander yang Agung pada pertengahan Abad ke 4 SM, agama Zoroaster mengalami kemunduran besar. Namun, akhirnya orang² persia memperoleh kemerdekaan kembali, pengaruh Helenistis menurun, dan ada semacam kebangkitan kembali agama Zoroaster, pada masa dinasti sassanid ( kurang lebih 226-651 M ). Agama Zoroaster diterima sebagai agama resmi Persia.

sumber dari buku 100 tokoh paling berpengaruh sepanjang masa karya Michael H. Hart

0 komentar:

 
Supported To