Sabtu, 25 Juni 2011

Sabetan Rotan ( Nasib TKW Indonesia )

TRIBUNNEWS.COM, BATAM, Ai Kokom Komala (18), perempuan korban kekerasan majikan ini mengaku cukup senang bisa sampai di Batam. Kokom berharap segera pulang ke kampung halamannya di Bandung, Jawa Barat. Kokom didepotasi KJRI Johor Bahru bersama 27 orang lainnya ke Batam. Nantinya, mereka akan diberangkatkan ke penampuang TKI di Jakarta.

Perempuan yang mengenakan jilbab ini masih merasakan kesakitan di punggungnya akibat sabetan rotan dari majikannya di Malaysia. Ia mengaku mendapatkan perlakuan itu dari majikan perempuannya yang merasa cemburu karena kebaikan majikan pria.

"Saya sering dirotan di sini. Hampir setiap hari saya kena rotan. Saya tidak kuat lagi dan ingin cepat pulang. Yang suka mukul majikan perempuan. Dia tidak suka sama saya. Kalau suaminya, anak-anaknya, semuanya baik," katanya kepada wartawan sesampainya di shelter sambil menunjukkan ke punggungnya.

Sudah tujuh bulan Kokom bekerja di Malaysia melalui perusahaan penyalur PT Yosa. Namun, selama itu pula ia tidak merasakan uang gajinya karena menurut perjanjian ia baru bisa menerima gajinya setelah bekerja selama 19 bulan. Perlakuan yang diterima itu, membuatnya tidak tahan apalagi belum bisa merasakan gaji.

Karena itulah, Kokom memilih kabur dari rumah majikannya di Kulai Johor dengan sembunyi di atas rumah.

Selama 10 jam, Koko sembunyi di loteng rumah lalu keluar dari rumah itu dengan cara meloncat. Dari sana, ia pun langsung mencari pos polisi terdekat dan diantarkan ke KJRI Johor Bahru.

"Saya loncat. Kaki saya masih sakit. Saya tidak kuat kerja di sana. Mending pulang saja," katanya perempuan yang berasal dari desa Mandalawan, Kecataman Cipatat, kabupaten Bandung ini.

Sumber : Yahoo ! news

0 komentar:

 
Supported To