Minggu, 26 Juni 2011

Beethoven


Luudwig Van Beethoven ( 1770 - 1827 )

Luudwig Van Beethoven adalah seorang komponis musik terbesar, lahir di Bonn, Jerman pada tahun 1770. Dia menunjukan bakat luar biasanya pada usia sangat muda dan buku musik ciptaannya muncul pada tahun 1783. Pada usia remaja, dia berkunjung ke Wina, dan diperkenalkan kepada Mozart, tetapi perjumpaan antara keduanya berlangsung singkat. Pada tahun 1792, Beethoven kembali ke Wina dan beberapa saat belajar musik pada dengan Haydn yang pada saat itu pencipta musik Wina terkenal ( Mozart meninggal setahun sebelumnya ). Beethoven menetap di Wina, Ibukota musik pada saat itu, selama sisa hidupnya.
Kemampuan musik Beethoven yang tinggi sebagai pemain Piano sangat mengesankan bagi setiap pendengarnya dan dia berhasil baik sebagai pemain maupun guru. Segera dia menjadi pencipta musik yang produktif. Karya² nya mendapat sambutan baik sejak pertengahan umur duapuluh tahun keatas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musik nya sendiri tanpa kesulitan.
Ketika Beethoven berumur diakhir duapuluhan, tanda² ketuliannya mulai muncul. Tak salah lagi gejala ini sangat merisaukan si komponis muda, suatu ketika timbul keinginan nya untuk bunuh diri.
Tahun² antara 1802 - 1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya semakin menjadi, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat, ketuliannya ini membuat orang punya kesan tidak yakin bahwa Beethoven memang betul² anti masyarakat dan mulai menarik diri. Dia terlibat dengan percintaan yang romantis dengan gadis² muda, tetapi tampaknya hubungannya berakhir tidak bahagia dan ia tidak pernah menikah.
Pada umur empat puluh tahun, Beethoven benar² tuli. Akibatnya dia tidak pernah lagi tampil didepan umum dan semakin menjauhi masyarakat.Hasil karyanya semakin sedikit dan sulit di pahami. Sejak saat itu, dia mencipta terutama bagi dirinya sendiri dan beberapa pendengar yang mempunyai wawasan masa depan. Beethoven pernah mengatakan kepada kritikus musik, " Ciptaan ku ini bukanlah untukmu, tetapi untuk masa sesudahmu ". Ini merupakan ironi yang sangat kejam, dimana komponis paling berbakat sepanjang masa harus tertimpa musibah ketulian semacam itu.

Bersambung

0 komentar:

 
Supported To