London,Charlie, lahir di pekan ke-23, kini menjadi bukti hidup bahwa aborsi memang harus dipangkas. Saat terlahir, bocah asal Norfolk, Inggris, ini begitu kecil, hanya setelapak tangan ibunya. Beratnya setengah kilogram lebih.
Saat lahir, ia tak bisa bernafas sendiri. hari-harinya hanya didalam tabung dan bernafas dengan ventilator. "Tapi saya selalu yakin, Charlie bisa menjaga dirinya sendiri," lanjut Emma.
Charlie tak lahir sendiri. Ia bersaudara kembar dengan Jack. Namun karena bobotnya terlalu kecil, Jack tak bisa bertahan. Ia meninggal karena infeksi di hari ke-11.
Kini, Charlie jadi bukti baru dalam perdebatan tentang batas waktu aborsi di Inggris. Negara ini mematok batas usia diperbolehkannya aborsi parda 24 pekan. Kini, sejumlah LSM menyerukan agar batas itu diturunkan.
Baru pada usia 20 minggu, Emma dan Bobby, suaminya, bisa mendekat. Mereka juga boleh menggendongnya.Pada usia lima bulan, ia boleh dibawa pulang. Syaratnya, ia diminta sedikit mungkin kontak dengan orang lain selain keluarga inti untuk menghindari penyakit infeksi.
Menurut pihak rumah sakit, 91 persen bayi yang lahir di usia 23 pekan bisa bertahan hidup. "Syukurlah, anak saya masuk ke angka yang sembilan persen; berhasil bertahan. Dia pejuang kecilku yang hebat," kata Emma yang kini mendirikan lembaga amal untuk membantu bayi yang lahir prematur.
sumber :Republika
Grave From Divinity Cover
Born From...Cover
Rebelion.. Cover
Metamorphosis...Cover
0 komentar:
Posting Komentar